top of page

Teknologi Penyaringan Air di Kesultanan Banten

Keadaan alam dan kebiasaan buruk membuat masyarakat Banten krisis air bersih. Dibuatlah teknologi penyaringan sederhana.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Danau Tasik Ardi di Banten Lama. Foto: Nugroho Sejati/Historia.

  • 22 Mar 2018
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 30 Jul 2025

PADA 1596, pelaut Belanda, Willem Lodewijckz mencatat, air sungai di Banten sangat kotor dan keruh menimbulkan bau busuk yang menusuk hidung. Pada 1787, pelaut Belanda, Van Breugel, juga menyebut air sungai Banten rasanya tawar, kotor dan berbau busuk.


Kondisi air seperti itu karena Banten Lama adalah wilayah pantai di dataran rendah. Sungainya mengalir lamban dan penuh lumpur. Penduduknya juga sering membuang sampah ke sungai. Meski begitu, air sungai tetap dimanfaatkan termasuk untuk minum sehingga banyak penduduk sakit.


Masyarakat di luar keraton memanfaatkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Mereka menggali sumur untuk air tawar dengan ongkos sangat murah. Sumur banyak ditemukan di daerah Pabean, Pamarican, Surosowan, Masjid Agung, Pacinan, Dermayon, Kepandean, Kaloran, dan Jambangan. Dari tipologinya, ada keragaman bentuk sumur, ukuran dan bahan pelapis dindingnya.


Sonny C. Wibisono, arkeolog senior Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) melihat kalau semua sumur telah menggunakan pelapis dinding. Penyekat berfungsi mencegah masuknya secara langsung resapan air baik dari atas maupun samping. “Gejala ini diduga untuk mengatasi peresapan air laut ke dalam sumur yang dapat terjadi pada lingkungan pantai seperti Banten,” kata Sonny ketika ditemui di kantornya.


Di Keraton Surosowan, dinding sumur berbentuk silindris dan terbuat dari bata dan karang. Batu karang yang dibentuk balok berfungsi sebagai penyaring dan penawar air laut. Batu diletakkan melintang di dalam sumur. Sumber air yang masih asin atau payau secara sendirinya tersaring. Penduduk tinggal menimba air tawar di permukaannya.


“Kami mencoba, memang tawar. Orang-orang di sana adaptif sekali dengan lingkungannya,” ujar Sonny.


Di Masjid Agung, Dermayon, Pacinan, dan Pamarican, sumur-sumur silindrisnya menggunakan bahan pelapis bata. Di Kepandean, Kaloran, sumur-sumurnya memakai bahan terakota. Sementara di wilayah Jambangan, sumurnya berbentuk kerucut dan pelapisnya berbahan terakota dan karang.


Selain sumur, Kesultanan Surosowan memiliki Tasik Ardi seluas 6,5 ha yang mengambil air dari Sungai Cibanten. Danau buatan ini dibangun untuk rekreasi keluarga sultan pada masa Maulana Yusuf (1570-1580). Baru pada 1701, danau buatan itu dikembangkan untuk memasok air bersih ke keraton yang jaraknya 1,5 km dengan beda ketinggian tiga meter.


Teknisnya, air keruh dijernihkan dengan teknologi penyaringan yang disebut pengindelan. Menurut Sonny penyaringan air itu harus melalui tiga pangindelan, yaitu pengindelan abang, putih, dan emas.


Ketiga pengindelan dibuat oleh Lucas Cardeel. Bangunannya dari bata berbentuk persegi panjang, atap lengkung, sebuah pintu di sisi utara, dan lubang berbentuk lingkaran sisi berlawanan.


“Keberadaan pintu dan ukuran ruang dalam bangunan diperkirakan dapat menampung air sebanyak 56,7-100,24 m3,” catat Sonny.


Cara kerjanya, air diendapkan lalu disaring dengan pasir dan ijuk. Saluran ditutup selama pengendapan. Setelah tiga hari, saluran air dibuka. “Saya kira raja punya petugas khusus untuk itu,” kata Sonny.


Air bersih disalurkan dengan pipa-pipa terakota menuju bak pemandian di dalam tembok keraton hanya dengan memanfaatkan kemiringan. Air kemudian dialirkan ke dalam pipa-pipa lainnya dan keluar melalui pancuran-pancuran.


Aliran air diperderas dengan mengatur ukuran pipa sedemikian rupa. Ukuran dibuat semakin mengecil agar daya dorong menguat. Menurut Sonny, tiga pengindelan yang dipakai bukan hanya meningkatkan kualitas air. Secara teknis pengindelan juga berfungsi mengumpulkan air.


“Di sini sudah ditampung dengan permukaan lebih tinggi, lalu disalurkan dengan pipa yang lebih sempit, dibuat berkelok, lalu dipecah banyak sekali, sehingga deras,” jelas Sonny.


Menurut Sonny ulu-ulu air berperan penting sebagai perawat saluran. Selain membuka dan menutup pintu pengindelan, mereka merawat dan menjaga saluran air dari sedimentasi.


Selain untuk keperluan air bersih di dalam Keraton Surosowan, air Tasik Ardi dipakai untuk mengairi sawah di sekitarnya. “Yang lolos untuk konsumsi keraton, yang tidak lolos dialirkan untuk persawahan di timur keraton,” ujar Joesoef Boedi Arijanto, kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
bg-gray.jpg
Tan Malaka tampil pertama kali untuk menghimpun kekuatan dalam Persatuan Perjuangan. Oposisi Tan Malaka berhasil menjatuhkan Kabinet Sutan Sjahrir, namun hanya kemenangan semu.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Lika-liku perjalanan hidup pelatih bulutangkis putri jempolan. Kena imbas peristiwa G30S sampai Revolusi Kebudayaan di Tiongkok. Sukses di lapangan dan melahirkan banyak bintang.
Lika-liku perjalanan hidup pelatih bulutangkis putri jempolan. Kena imbas peristiwa G30S sampai Revolusi Kebudayaan di Tiongkok. Sukses di lapangan dan melahirkan banyak bintang.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Seperti negara-negara Asia lainnya, Bahrain mengenal sepakbola dari penjajah Inggris. Sudah dua kali timnasnya memberi pil pahit buat Indonesia.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
transparant.png
bottom of page