- 7 Mar
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
EKSPANSI dunia Islam tak hanya menyasar Timur Jauh ke Nusantara via surat-menyurat khalifah dengan raja Sriwijaya. Kekuatan Islam pun merambah Eropa pada abad ke-8. Pintunya dibuka lebar oleh Kekhalifahan Umayyah, bukan melalui Konsantinopel, melainkan via Semenanjung Iberia (kini Spanyol dan Portugal).
Kekhalifahan Umayyah yang berpusat di Damaskus, Syam (kini Suriah), didirikan Gubernur Syam Mu’awiyah bin Abu Sufyan pada 661 Masehi selepas kemunduran Khulafaur Rasyidin (623-661 M) di Madinah dan Kufah pasca-Perang Saudara Islam I (656-661 M). Kekhalifahan Umayyah terus menyebarkan Islam dari timur ke barat.
Dalam artikelnya di Jurnal Islamic Studies, Vol. 2, No. 1, terbitan Maret 1963,” Two Letters from the Maharaja to the Khalifah: A Study in the Early History of Islam in the East”, sejarawan studi Islam di Asia Tenggara S.Q. Fatimi mengungkapkan bahwa ada dua surat yang pernah dikirimkan penguasa Kerajaan Sriwijaya kepada Kekhalifahan Umayyah. Surat pertama ditujukan langsung kepada Khalifah Mu’awiyah yang berkuasa periode 661-680 M. Diperkirakan suratnya datang dari raja pertama Sriwijaya, Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















