- 7 Jan 2021
- 3 menit membaca
TAHU dan tempe belakangan menghilang dari pasaran pada awal tahun baru 2021. Tak ada tempe dan tahu goreng di gerobak gorengan atau oreg tempe di warung Tegal. Pengusaha tahu dan tempe mogok membuat tempe karena harga kedelai impor naik drastis. Setelah itu, pengusaha kembali memproduksi. Tapi harga tempe dan tahu ikut mahal.
Tempe telah lama jadi makanan populer di Indonesia. Menurut sejarawan Onghokham dalam “Tempe Sumbangan Jawa untuk Dunia” termuat di Kompas, 1 Januari 2000, tahu dan tempe muncul pada abad ke-19 seiring berlakunya tanam paksa. Masa ini, tahu dan tempe menjadi penyelamat masyarakat.
“Tanam paksa makin membuat bahan makanan seperti tempe menjadi sangat vital sebagai penyelamat kesehatan penduduk,” ungkap Ong.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












