- Martin Sitompul

- 27 Sep 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 16 Jan
KAIN tenun lurik biasanya dipakai sebagai busana tradisional masyarakat Solo. Tapi, pernahkah terbayang motif garis-garis tenun lurik melekat pada celana jins, jaket, dan ragam busana lain yang biasa dipakai oleh anak-anak muda? Tenun tentu tak lagi dipandang sebagai pakaian tradisional semata ataupun objek koleksi para kolektor wastra.
“Ini perpaduan antara pattern (desain) yang biasa kita pakai di koleksi sebelumnya dengan wastra lurik. Warnanya kita tabrakin menjadi sesuatu yang lebih fun untuk dipakai. Sebuah pieces yang lebih modern dan bisa dipakai untuk apa aja, fashion event apapun tujuannya biar bisa dipakai ke semua umur,” ungkap Reva Marchelin, penata fesyen Moneyman Works, dalam konferensi pers pertunjukan fesyen “VERSI” yang diselenggarakan Cita Tenun Indonesia (CTI) di Senayan City, 25 September 2024.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












