top of page

Sejarah Keluarga dalam Selembar Kain

Sebuah kain dengan beragam motif indah. Jadi alat pengingat dalam masyarakat bertradisi lisan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Genevieve Duggan, antropolog Prancis yang meneliti tenun ikat Sawu. (Micha Rainer Pali/Historia.ID).

3 Jun 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

SEBUAH kapal kecil merapat di Pulau Sawu. Sebagian besar penumpangnya, orang asing, berniat menjelajahi kepulauan Nusa Tenggara Timur. Sawu salah satunya. Genevieve Duggan, seorang Prancis, bertugas memandu mereka. Dia sarjana sastra Jerman, tapi punya minat besar terhadap etnografi Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page