Diperbarui: 14 Sep
KETIKA dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Papat Yunisal kedatangan banyak teman. Suatu malam, kakak kelasnya, Yati Sumaryati, ibu pesepakbola Airlangga Sucipto, datang menjenguknya yang dirawat karena sakit kuning. Dia datang memakai jaket klub Putri Priangan yang tulisannya “Sepakbola Wanita”.
“Saya tanya, itu dari mana jaketnya. Dia bilang dari klub yang ikut kejuaraan sepakbola wanita di Yogyakarta,” ujar Papat kepada Historia.ID saat ditemui di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pasundan, Cimahi, beberapa waktu lalu.
Kedatangan Sumaryati itu menjadi tonggak penting dalam sejarah kehidupan Papat. Sejak itu, dia berhasrat pada sepakbola. Olahraga terpopuler di jagat itulah yang kemudian mematri namanya di antara segelintir perempuan lain dalam persepakbolaan perempuan di tanah air.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















