top of page

Trailer Wiro Sableng 212 Diluncurkan

Dikemas dengan apik hingga bikin penasaran nonton filmnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Judul: Wiro Sableng 212 | Sutradara: Angga Dwimas Sasongko | Produser: Sheila Timothy, Tomas Jegeus, Michael Werner | Pemain: Vino G. Bastian, Sherina Munaf, Marsha Timothy, Dwi Sasono, Lukman Sardi, Marcella Zalianty, Happy Salma, Yayan Ruhiyan, Cecep Arif Rahman, Marcell Siahaan, Teuku Rifnu Wikana, Andy /rif | Produksi/Distributor: Lifelike Pictures, 20th Century Fox | Genre: laga komedi | Rilis: 30 Agustus 2018

28 Jul 2018
2 menit membaca

BAGI penikmat serial laga sejak era 1990-an, tentu tak asing dengan legenda Wiro Sableng, si pendekar kapak maut naga geni 212. Jagoan konyol nan jenaka namun sakti dengan rajah 212 di dadanya.


Wiro Sableng diciptakan oleh Bastian Tito dalam serial novel yang muncul pertama kali pada 1967 dan terdiri dari 185 judul. Tokoh ini diangkat ke layar lebar pada 1988. Liliek Sudjio menyutradarai seri 1-7 dengan pemeran Tony Hidayat, sedangkan seri 8-9 disutradarai Bachrum Halilintar.


Setelah itu, pada 1995 Wiro Sableng diadaptasi sebagai sinetron. Episode 1-59 diperankan oleh Ken Ken (Herning Sukendro), sedangkan episode 59-91 diperankan oleh Abhie Cancer. Baik film seri maupun sinetronnya mendapat tempat tersendiri bagi para penonton di masanya.



Wiro Sableng kembali diangkat ke layar lebar berjudul Wiro Sableng 212. Film garapan sineas Angga Dwimas Sasongko ini akan rilis 30 Agustus 2018. Film yang diproduksi Lifelike Pictures ini bekerja sama dengan rumah produksi tenar Amerika Serikat, 20th Century Fox.


Film yang diproduseri Sheila Timothy ini diramaikan para aktor dan aktris papan atas antara lain Sherina Munaf, Marcella Zalianty, Happy Salma, Yayan Ruhiyan, serta Marsha Timothy, adik sang produser. Wiro Sableng sendiri diperankan oleh Vino G. Bastian, putra Bastian Tito.


Trailer resmi berdurasi dua menit tujuh detik diluncurkan pada Sabtu, 28 Juli 2018, di Metropolis Town Square, Kota Tangerang, sekaligus acara meet and greet para pemerannya. Dampak kerja sama dengan 20th Century Fox begitu terasa jika melihat visual dan efek suara yang patut diacungi jempol. Mestinya bikin penasaran ingin menonton filmnya di bioskop-bioskop Agustus mendatang.


Lewat tayangan pendek itu, kita hanya bisa menduga-duga jalan ceritanya. Di mana Wiro akan berkoalisi dengan beberapa pendekar golongan putih, seperti Anggini (Sherina Munaf), Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarizi), hingga Bidadari Angin Timur yang diperankan istri Vino, Marsha Timothy. Lawan Wiro adalah Mahesa Birawa (Yayan Ruhiyan) yang akan menampilkan pertarungan seru.



Jika jeli menyelidiki trailer itu terdapat satu adegan yang agak ganjil. Di menit pertama detik ke-17, nampak di antara gerombolan orang terlihat Bagaspati (Cecep Arif Rahman) yang mengenakan baju sakera merah-putih khas suku Madura, menodongkan senjata sejenis pistol flintlock. Senjata ini diperkenalkan Portugis pada abad 17. Sementara sinopsis film menyebut latar belakang film adalah Nusantara, tepatnya Jawa, abad 16. Mestinya pistol itu tak ada di film ini.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page