top of page

Yok Koeswoyo Bicara Sukarno

Atas perintah Presiden Sukarno, Koes Bersaudara pernah dipenjara. Yok Koeswoyo buka suara mengenai kesannya terhadap Bung Karno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Yok Koeswoyo saat menyaksikan pemutaran film dokumenter tentang dirinya, Koesroyo: The Last Man Standing. (Riyono Rusli/Historia.ID).

29 Nov 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Sep

LELAKI sepuh bertubuh ramping itu memasuki pintu sinema. Nyaris semua helai rambutnya telah memutih. Meski dibantu tongkat, jalannya agak tertatih hingga harus dipapah. Maklum, usianya sudah menginjak 81 tahun. Dengan susah payah dia berhasil menjejakkan diri ke atas kursi.


“Duh begini nih kalau sudah tua,” celetuk Koesroyo “Yok” Koeswoyo, lelaki sepuh itu seraya ketawa.


Hari itu, Yok tak sekadar jadi penonton. Sebagai satu-satunya personel band legendaris Koes Bersaudara dan Koes Plus yang tersisa itu, kisah hidupnya difilmkan dalam dokumenter bertajuk Koesroyo: The Last Man Standing karya Linda Ochy, yang premier-nya diputar di CGV FX Sudirman pada 25 November 2024 lalu. Selain menyaksikan kisah hidupnya, Yok juga berbagi cerita mengenang perjalanan kariernya di dunia musik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
transparant.png
bottom of page