Diperbarui: 3 Sep
LELAKI sepuh bertubuh ramping itu memasuki pintu sinema. Nyaris semua helai rambutnya telah memutih. Meski dibantu tongkat, jalannya agak tertatih hingga harus dipapah. Maklum, usianya sudah menginjak 81 tahun. Dengan susah payah dia berhasil menjejakkan diri ke atas kursi.
“Duh begini nih kalau sudah tua,” celetuk Koesroyo “Yok” Koeswoyo, lelaki sepuh itu seraya ketawa.
Hari itu, Yok tak sekadar jadi penonton. Sebagai satu-satunya personel band legendaris Koes Bersaudara dan Koes Plus yang tersisa itu, kisah hidupnya difilmkan dalam dokumenter bertajuk Koesroyo: The Last Man Standing karya Linda Ochy, yang premier-nya diputar di CGV FX Sudirman pada 25 November 2024 lalu. Selain menyaksikan kisah hidupnya, Yok juga berbagi cerita mengenang perjalanan kariernya di dunia musik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












