top of page

Senandung Cinta Susi

Bukan hanya mahir memainkan rhytm gitar dan menyanyi. Yon Koeswoyo menciptakan sejumlah lagu yang enak didengar. Kebanyakan berirama sendu. Bertema romansa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Yon Koeswoyo. (Dok. keluarga).

6 Jan 2018
2 menit membaca

YON kali pertama menulis lagu untuk album To The So Called The Guilties (1967). Judulnya “Rasa Hati”. Isinya curah hatinya pada Susi Nander (Sioe Tjuan), penggebuk drum Dara Puspita, kelompok musik asal Surabaya yang semua personelnya perempuan.


Susi Nander bukan asing bagi personel Koes Bersaudara. Dara Puspita dan Koes Bersaudara sering tampil satu pangung, termasuk ketika keduanya tampil dalam sebuah acara di Petamburan, salah satu yang memicu penangkapan dan penahanan Koes Bersaudara.


Yon juga pernah terlibat dalam pembuatan album pertama Dara Puspita, Jang Pertama. Dalam album itu Yon membantu menulis lirik lagu berjudul “Kenangan Yang Indah”.


Mereka sempat berpacaran, meski akhirnya tak berujung ke pelaminan.


Pada Juli 1968, Dara Puspita melakoni tour ke luar negeri, dari Iran hingga Belanda, dalam waktu yang lama. Kerinduan Yon memuncak dan tak tertahankan. Apalagi saudara-saudaranya sudah menikah, meski mereka tetap tinggal di kompleks keluarga Koeswoyo di Haji Nawi, Jakarta Selatan. Yon pun menciptakan lagu “Hidup Yang Sepi” yang masuk album Koes Plus Volume 2 (1970)


Kisah cinta Yon dan Susi Nander juga mengilhami Tonny menulis lagu “Andaikan Kau Datang” yang juga mengisi album Koes Plus Volume 2.


Yon akhirnya menikah dengan Damiana Sustrini (Susi), salah satu fans dari Yogyakarta, pada 1970. Karena Koes Plus tengah berada di puncak popularitas, Yon hampir jarang di rumah. Sibuk latihan, rekaman, dan manggung.


Dara Puspita kembali ke Indonesia pada September 1971. Mereka bikin tour keliling Jawa, yang ditutup dengan pertunjukan di Jakarta pada Maret 1972. Dalam moment inilah Dara Puspita tampil satu panggung dengan Koes Plus, yang punya arti khusus bagi Susi dan Yon.

Kendati sudah menikah, Yon tak bisa melupakan Susi Nander, cinta pertamanya. Kegalauan hatinya ditumpahkan dalam lagu “Hatiku Beku” untuk album Koes Plus Volume 9 (1973).


Damiana Sustrini memberikannya seorang putra, Ulung Gariyas dan Otmar Veda (David). Pernikahan mereka kandas di tengah jalan.


Setelah lama menduda, Yon menikah lagi dengan Bonita Angela dan dikaruniai dua anak, Aron dan Kenas. Pasangan ini kemudian tinggal di Pamulang, Banten. Bonita selalu mengiringi ke manapun Yon manggung.


Tentu tak hanya romansa. Yon juga melirik tema lainnya. Salah satunya lagu berbahasa Jawa dengan judul “Jo Podo Nelongso” yang masuk dalam album Koes Plus Album Pop Jawa I (1973). Yon menyoroti kondisi sosial-ekonomi negeri ini.


Yon pernah mengatakan setidaknya menciptakan 300-an lagu. Dia merasa beruntung seorang penggemarnya berinisiatif mematenkan 79 lagu ciptaannya. Namanya Siong Chung Lukman, pengacara asal Bandung. Yon tak perlu keluar biaya.


“Saya malah dapat duit Rp40 juta. Kalau begitu satu lagu saya harganya Rp 500 ribu,” ujar Yon.


Yon Koeswoyo telah berpulang. Selamat jalan.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
transparant.png
bottom of page