Diperbarui: 3 Sep
SESOSOK pria sepuh bertubuh ramping itu duduk di atas kursi. Penampilannya sederhana saja, mengenakan kemeja batik dengan peci yang melekat di kepala. Jauh dari kesan seorang rocker. Sejurus kemudian dia memperkenalkan diri. “Saya anggota Koes Bersaudara dan Koes Plus yang masih hidup sampai hari ini,” ujarnya.
Adegan itu menjadi pembuka film dokumenter Koesroyo: The Man Last Standing karya sineas Linda Ochy. Di masa jayanya, Koesroyo “Yok” Koeswoyo itu adalah salah satu punggawa kelompok musik Koes Bersaudara yang kemudian bertransformasi jadi Koes Plus.
Yok yang kini berusia 81 tahun menjadi satu-satunya personel yang tersisa dari band legendaris Indonesia itu. Film dokumenter ini mengisahkan perjalanan hidup Yok Koeswoyo, sebagai anggota Koes Bersaudara dan Koes Plus, termasuk kehidupan pribadinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












