top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Yok Koeswoyo yang Tinggal dari Koes Plus

Personel yang tersisa dari band Koes Bersaudara dan Koes Plus. Yok berbagi cerita termasuk sisi-sisi sentimentil dalam lagu ciptaannya.

26 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Koesroyo "Yok" Koeswoyo, personel Koes Bersaudara dan Koes Plus, di sela-sela pemutaran film dokumenter "Koesroyo: The Last Man Standing" di CGV FX Sudirman, Jakarta Selatan (25/11/2024). (Riyono Rusli/Historia.ID).

Diperbarui: 4 Jan

SESOSOK pria sepuh bertubuh ramping itu duduk di atas kursi. Penampilannya sederhana saja, mengenakan kemeja batik dengan peci yang melekat di kepala. Jauh dari kesan seorang rocker. Sejurus kemudian dia memperkenalkan diri. “Saya anggota Koes Bersaudara dan Koes Plus yang masih hidup sampai hari ini,” ujarnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page