top of page

200 Tahun Perang Jawa: Nama Diponegoro Bakal Terus Hidup

Setelah 200 tahun berlalu, Perang Jawa diperingati di Perpusnas RI dalam Pameran 200 Tahun Perang Jawa. Selain tulisan, pelana kuda dan keris Diponegoro turut dipamerkan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Keris dan pelana kuda milik Pangeran Diponegoro turut dipamerkan dalam Pameran 200 Tahun Perang Jawa yang dihelat Perpustakaan Nasional. (Riyono Rusli/Historia.ID).

21 Jul 2025
3 menit membaca

DUA abad telah berlalu dari saat penghinaan para pejabat Belanda terhadap Pangeran Diponegoro (1785-1855). Ketika itu, Asisten Residen Henri Chevalier (1795-1825) yang telah meniduri selir Diponegoro, memaksa Pangeran Diponegoro untuk menerima kembali selir yang telah dinodainya. Setelah Pangeran Diponegoro mengatakan tidak memelihara selir untuk asisten residen, maka Chevalier yang veteran Perang Waterloo dan ksatria Militaire Willemsorde itu memukul kepala sang pangeran.

 

Diponegoro yang terinjak-injak martabatnya itu, kata  Peter Carey dalam Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1795-1855, berusaha menegakkan martabatnya dengan jalan yang tak diduga orang-orang Belanda yang menghinanya. Dia memimpin pasukan untuk melawan Belanda hingga mengobarkan Perang Jawa pada 1825 yang berlangsung sekitar lima tahun dan amat memusingkan Belanda.

 

Guna memperingati Perang Jawa yang dimulai tepat pada hari ini, 20 Juli, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menghelat  Pameran “200 Tahun Perang Jawa” di Jakarta yang dibuka pada malam 20 Juli 2025. Martabat menjadi kata kunci dalam pameran tersebut, sebagaimana menjadi esensi dari perang yang dikobarkan Pangeran Diponegoro 200 tahun silam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Keracunan bedak pernah memakan korban di Inggris. Bedak berbahaya terus diawasi dan menjadi perhatian tenaga medis hingga kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Sejak kapan pria takut menjadi botak? Mengapa mereka pikir botak memalukan?
Sejak kapan pria takut menjadi botak? Mengapa mereka pikir botak memalukan?
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
Momen rekor 66 gol dalam sehari dari 10 pertandingan pada “Boxing Day” enam dekade lalu. Termasuk kekalahan pahit Manchester United 6-1.
transparant.png
bottom of page