top of page

Tujuh Pejuang Asing dalam Perang Kemerdekaan Indonesia

Mereka datang dari berbagai latarbelakang bangsa dan negara. Bergabung dengan gerakan pembebasan Indonesia karena hati nurani.

loading_historia_white.gif
transparant.png

J.C. Princen di tengah Pasukan Divisi Siliwangi. (Dok.J.C.Princen)

9 Agu 2019
6 menit membaca

Diperbarui: 13 Agu

PERANG Kemerdekaan di Indonesia (1945-1949), ternyata tidak melibatkan para pejuang bumiputera semata. Sejarah mencatat beberapa nama orang asing yang aktif berjuang sebagai kombatan, demi Indonesia merdeka.


Awalnya mereka sebagian besar tergabung dalam pasukan musuh. Namun, karena bisikan hati nurani mereka menjadi ragu terhadap apa yang mereka sedang lakukan: memerangi bangsa yang ingin merdeka. Ketika rasa berdosa itu semakin kuat, pada akhirnya mereka justru menjadi pembelot dan bergabung dengan gerakan pembebasan tanah air di Indonesia.


Siapa saja mereka? Berikut tujuh serdadu asing dari Belanda, Jepang, India, Nepal, Jerman, Korea dan Inggris yang kemudian menjadi gerilyawan Republik Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page