top of page

A.A. Maramis, Pejabat Republik Urusan Candu

Dia pencari dana ulung untuk kepentingan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sempat mamasok biaya angkatan perang kaum Republik di era revolusi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Alexander Andries Maramis, menteri keuangan Republik Indonesia pertama. (Wikimedia Commons).

  • 22 Sep 2020
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 26 Mar

JIKA ada pejabat negara yang menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia berkali-kali, maka orang itu ialah Alexander Andries Maramis. Tokoh asal Minahasa tersebut menjabat sebagai bendahara negara sejak 25 September 1945 pada Kabinet Presidensial I. Maramis memangku lagi jabatan itu pada Kabinet Amir Sjarifuddin I (1947), II (1947), dan Kabinet Hatta (1948). Jadi, Maramis menjabat sebagai menteri keuangan sebanyak empat kali.


“Dalam jabatan tersebut, Alex Maramis menandatangani uang RI yang pertama. Uang tersebut adalah Oeang Repoeblik Indonesia, yang lebih terkenal dengan ORI,” kata Fendy E.W. Parengkuan dalam biografi A.A. Maramis, SH yang diterbitkan Depdikbud pada 1982.


Selain memprakarsai pencetakan ORI, Maramis bertugas mencari dana untuk membiayai angkatan perang Indonesia. Ketika itu, Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan menghadapi Belanda yang menjajah kembali. Sebagai menteri keuangan (menkeu), Maramis mesti mengupayakan sendi-sendi keuangan negara mampu berjalan dengan baik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page