- 27 Mar 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 26 Mar
PERJALANAN kereta api Surakarta-Yogyakarta itu berlangsung lancar. Tak ada gangguan berarti sepanjang rute kecuali para pengungsi yang kadang nekat menyetop kereta api di tengah jalan. Sebelum masuk kota Yogyakarta, tetiba kereta api berhenti di Stasiun Lempuyangan. Letnan Satu Anom (bukan nama sebenarnya) dari Brigade III Kiansantang Divisi Siliwangi lantas turun dan memerintahkan anak buahnya membongkar muatan berupa peti-peti besar.
Di dalam stasiun, penjagaan begitu ketat dilakukan oleh pasukan penjemput yang berjumlah satu kompi (sekira 100 orang). Setelah berbicara sebentar dengan Anom dan memperlihatkan surat perintah, tanpa banyak cakap lagi, seorang kapten menyuruh sebagian anak buahnya membawa peti-peti itu ke atas truk yang sudah siap sedia di halaman stasiun. Sebagian lagi nampak masih mempertahankan posisi siaga.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















