top of page

A.W.V. Hinne, Sherlock Holmes dari Hindia Belanda

Hinne ambil bagian dalam penangkapan Si Pitung dan memecahkan kasus pembunuhan seorang perempuan. Sosoknya menjadi inspirasi cerita detektif.

loading_historia_white.gif
transparant.png

A.W.V. Hinne (1852-1915) dan keluarganya. (Margreet van Till dan David McKay, Banditry in West Java, 1869-1942).

  • 12 Des 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 8 Agu

Sosok Adolf Wilhelm Verbond Hinne begitu populer di kalangan masyarakat Batavia pada awal abad ke-20. Selama lebih dari 20 tahunbertugas sebagai polisi di Batavia, ia turut andil dalam penangkapan tokoh-tokoh terkenal,salah satunya Si Pitung.


Sebelum bertugas sebagai polisi di Batavia, pria kelahiranBorneo pada 1852 itu memulai kariernya di kantor Keresidenan Padang, Sumatra Barat. Ia juga pernah menjadi kepala kantor pos di Ternate dan penjaga hutan di Jawa Tengah.


Menurut Margreet van Till dalam Batavia Kala Malam: Polisi, Bandit, dan Senjata Api, karier Hinne di kepolisian dimulai dari jabatan onderschout di wilayah Batavia, yakni di kawasan Tanah Abang. Kemunculannya sebagai polisi di Batavia terjadi pada 1887.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page