top of page

Akhir Kisah Mayor Abdullah

Abdullah dan pasukannya dikirim untuk menjalankan operasi yang sulit. Setelahnya, sulit menemukan perwira merakyat sepertinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan APRIS dalam operasi penumpasan RMS. Batalyon Abdullah ikut serta di dalamnya. (opac.perpusnas.go.id)

12 Jun 2025
3 menit membaca

KEMELUT di Makassar pada awal 1950-an akibat beberapa pemberontakan membuat pemerintah serius mengatasinya. TNI selaku alat pertahanan mengirimkan lebih banyak tentaranya ke Makassar. Batalyon XVII yang dipimpin Mayor Abdullah juga ikut didaratkan ke Sulawesi Selatan.

 

Mulanya, Batalyon Abdullah termasuk ke dalam tiga batalyon dari Brigade Mataram yang akan didaratkan di Bantaeng. Namun kemudian dua batalyon lain langsung menuju ke Makassar. Menyisakan Batalyon Abdullah yang diperintahkan tetap mendarat di Bantaeng dengan diantar kapal motor Kaimana.

 

“Pada tanggal 26 April 1950 jam 05.00 pagi setibanya di tempat yang dituju sekoci-sekoci diturunkan guna mengangkut pasukan-pasukan yang akan melakukan pendaratan pertama,” catat Radik Djarwadi dalam Pradjurit Mengabdi Gumpalan Perang Kemerdekaan Bataljon Y.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page