- 12 Jun 2025
- 3 menit membaca
KEMELUT di Makassar pada awal 1950-an akibat beberapa pemberontakan membuat pemerintah serius mengatasinya. TNI selaku alat pertahanan mengirimkan lebih banyak tentaranya ke Makassar. Batalyon XVII yang dipimpin Mayor Abdullah juga ikut didaratkan ke Sulawesi Selatan.
Mulanya, Batalyon Abdullah termasuk ke dalam tiga batalyon dari Brigade Mataram yang akan didaratkan di Bantaeng. Namun kemudian dua batalyon lain langsung menuju ke Makassar. Menyisakan Batalyon Abdullah yang diperintahkan tetap mendarat di Bantaeng dengan diantar kapal motor Kaimana.
“Pada tanggal 26 April 1950 jam 05.00 pagi setibanya di tempat yang dituju sekoci-sekoci diturunkan guna mengangkut pasukan-pasukan yang akan melakukan pendaratan pertama,” catat Radik Djarwadi dalam Pradjurit Mengabdi Gumpalan Perang Kemerdekaan Bataljon Y.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















