Diperbarui: 5 jam yang lalu
BATALYON Andjing Laut melawan tentara Belanda pada masa revolusi kemerdekaan di Jawa Timur. Komandannya Mayor Ernest Julius Magenda (1919–1972), mantan perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (Peta). Anak buahnya di antaranya Bungkus, Djaharup, dan Dul Arif.
Bungkus menyebut Magenda berasal dari Sangihe-Talaud (Sangir, Sulawesi Utara). “Ia terlihat seperti peranakan Portugis atau Belanda. [Posturnya] Cukup tinggi,” kata Bungkus kepada Ben Anderson dalam “The World of Sergeant-Major Bungkus”, di jurnal Indonesia, No. 78, Oktober 2004.
Bungkus menyebut 85 persen personel Batalyon Andjing Laut adalah orang Madura. Andjing Laut pernah dianggap bagian dari bekas Angkatan Laut yang masuk Brigade 18 dari Tentara dan Teritorium Brawijaya, Jawa Timur. Batalyon ini terlibat dalam penumpasan pemberontakan di Indonesia Timur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












