top of page

Orang Toraja dan Luwu Melawan Belanda

Ping Simpi dan La Batjo melawan pemerintah kolonial hingga kehilangan jabatan dan dibuang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tempat Pong Simpi memimpin perlawanan terhadap pemerintah kolonial pada 1915. (Ansenpov/Shutterstock).

10 Jun 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Sep

SETELAH Pong Tiku dihabisi di tepi Sungai Saddang pada bulan Juni 1907, masih ada orang Toraja yang melawan Belanda. Pada 1915, orang-orang Toraja di bawah pimpinan Pong Simpi melawan Belanda lagi. Pong Simpi, disebut Koloniaal Verslag van 1916 I Nederlandsch Oost Indie, sebagai pemimpin komplotan atau pemimpin geng.


Mendapati kondisi tersebut, patroli militer tentara Hindia Belanda Koninklijk Nederlandsch Indisch Lager (KNIL) beserta polisi bersenjata, yang dipimpin seorang sersan Eropa, lalu bergerak dari Palopo mengejar mereka. Para polisi itu berhasil menemukan anggota kelompok Pong Simpi awal Mei 1915 dan langsung menembaki. Pong Simpi berhasil lolos.


Tak hanya Pong Simpi, Pong Timbang dan Pong Toddoe juga ikut melawan pemerintah kolonial. Api perlawanan itu sudah mencapai daerah Laromping dan Suli pada bulan Juni 1915.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
transparant.png
bottom of page