Diperbarui: 9 Sep
SETELAH Pong Tiku dihabisi di tepi Sungai Saddang pada bulan Juni 1907, masih ada orang Toraja yang melawan Belanda. Pada 1915, orang-orang Toraja di bawah pimpinan Pong Simpi melawan Belanda lagi. Pong Simpi, disebut Koloniaal Verslag van 1916 I Nederlandsch Oost Indie, sebagai pemimpin komplotan atau pemimpin geng.
Mendapati kondisi tersebut, patroli militer tentara Hindia Belanda Koninklijk Nederlandsch Indisch Lager (KNIL) beserta polisi bersenjata, yang dipimpin seorang sersan Eropa, lalu bergerak dari Palopo mengejar mereka. Para polisi itu berhasil menemukan anggota kelompok Pong Simpi awal Mei 1915 dan langsung menembaki. Pong Simpi berhasil lolos.
Tak hanya Pong Simpi, Pong Timbang dan Pong Toddoe juga ikut melawan pemerintah kolonial. Api perlawanan itu sudah mencapai daerah Laromping dan Suli pada bulan Juni 1915.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















