Diperbarui: 6 Agu
“APAKAH Tuan sudah tahu, tahanan baru yang menempati salah satu sel di blok Tuan berasal dari Korea Utara. Konon kabarnya ia memiliki hubungan dengan Kim Jong-il,” kata seorang penjaga Pusat Penahanan Seoul kepada Hwang Sok-yong, seorang aktivis dan veteran Perang Vietnam, yang pada 1993 dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena melakukan perjalanan pertukaran budaya tanpa izin ke Korea Utara.
Kabar itu diketahui Hwang Sok-yong sekitar Juni 1994, ketika media Korea Selatan gencar melaporkan pembicaraan prospektif mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter dengan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Il-sung terkait pengembangan senjata nuklir Korea Utara.
Meski tak terlalu tertarik dengan informasi yang diberikan penjaga pusat penahanan, Hwang Sok-yong akhirnya bertanya pula tentang orang baru di blok tahanannya itu. “Saya bertanya apakah tahanan baru itu juga telah melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional seperti dirinya, dan sang penjaga menjawab bahwa si wajah baru adalah seorang plate,” tulis Hwang Sok-yong dalam memoarnya, The Prisoner: A Memoir.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















