- 17 Mei 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 Agu
BAGI sebagian orang pembahasan mengenai Korea Utara selalu menarik untuk diikuti. Tak hanya seputar hubungannya dengan Korea Selatan yang “panas-dingin” atau kebijakan “tangan besi” sang pemimpin tertinggi yang membuatnya disebut diktator, tetapi juga kehidupan pribadi sang kepala negara, yakni keluarga Kim (Kim Il-sung, Kim Jong-il, dan Kim Jong-un).
Andrei Nikolaevich Lankov dalam The Real North Korea: Life and Politics in the Failed Stalinist Utopia, menyebut kehidupan pribadi pemimpin tertinggi Korea Utara diwarnai drama tidak terduga, yang umumnya kesukaan para produser televisi yang senang dengan kisah-kisah dipenuhi berbagai intrik. Kisah percintaan Kim Jong-il dengan aktris layar lebar terkenal di Korea Utara misalnya, tak hanya dikritik dan ditentang sang ayah, Kim Il-sung, tetapi juga menjadi buah bibir di kalangan masyarakat –meski tak ada yang berani menggunjingkannya secara terang-terangan.
Kisahnya berawal dari ketertarikan Kim Jong-il muda terhadap dunia perfilman. Beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Korea dan terbentuknya Korea Utara, Kim Jong-il yang lulus dari Universitas Kim Il-sung di Pyongyang pada 1964, diangkat menjadi kepala bagian di Komite Sentral Partai Buruh Korea yang dipimpin ayahnya, Kim Il-sung yang juga pemimpin tertinggi Korea Utara. “Jong-il memiliki tugas untuk mengawasi kegiatan Departemen Propaganda dan Agitasi,” tulis Johannes Schönherr dalam North Korean Cinema: A History.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















