top of page

Senandung Pelipur Lara dan Pemantik Asa

Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Slogan "You'll Never Walk Alone" di Shankly Gates, salah satu gerbang ikonik di Stadion Anfield (Foto: shankly.com)

  • 11 Mei 2019
  • 3 menit membaca

PULUHAN ribu Liverpudlian (fans Liverpool) berdiri bangga sambil mengangkat syal khas The Reds. Mereka menyanyikan “You’ll Never Walk Alone” dengan syahdu, terhanyut dalam selebrasi kemenangan tim bersama segenap pemain dan ofisial. Isak tangis ratusan fans Barcelona yang hadir di Stadion Anfield, Selasa (7/5/2019) malam waktu setempat (Rabu dini hari, WIB) tenggelam olehnya.


Liverpool comeback dengan dahsyat lewat kemenangan 4-0 setelah di leg pertama dibekap 0-3. Mereka maju ke final Liga Champions berbekal keunggulan agregat 4-3.


Lagu kebanggaan yang populer disingkat YNWA itu sudah jadi tradisi tak tertulis yang mesti disenandungkan pada sebelum dan setelah laga, baik saat berduka maupun bersukacita. Begitu melegendanya sampai judulnya diabadikan dalam ukiran di Shankly Gates, gerbang ikonik Stadion Anfield, sejak 1982 untuk mengenang pelatih legendaris Bill Shankly.


Sebagaimana diuraikan dalam artikel sebelumnya, YNWA mulanya lagu teater musikal Broadway yang diciptakan Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II pada April 1945. “(Band) Gerry and the Pacemakers mengaransemen versi (lagu YNWA) dengan lebih kuat dan tulus dan ketika mulai dihayati para fans di stadion, lagu itu dijadikan anthem mereka,” ungkap Du Noyer dalam Liverpool Wondrous Place: From the Cavern to the Capital of Culture.


Kritikus musik Paul du Noyer menilai, kualitas yang paling terasa adalah lagu YNWA menawarkan pesan ketegaran, daya tahan mental dan kegigihan terhadap para pendengarnya. Sebuah lagu yang sempurna untuk sebuah kota dan klub seperti Liverpool, yang memiliki solidaritas besar di antara para penghuninya.


Lantunan Pembangkit Harapan


Begitu meresapnya YNWA ke dalam jiwa masing-masing insan Liverpool, lagu itu seakan menjadi pemberi kekuatan magis tersendiri baik sebagai pelipur lara maupun pemantik asa. Dua momen bersejarah yang menghinggapi klub itu menjadi bukti bagaimana “kekuatan magis” YNWA membangkitkan semangat para fans Liverpool.


Gerry Marsden memimpin fans menyanyikan YNWA pada peringatan 25 tahun Tragedi Hillsborough
Gerry Marsden memimpin fans menyanyikan YNWA pada peringatan 25 tahun Tragedi Hillsborough

Momen pertama, di Tragedi Hillsborough. Akibat membludaknya penonton di Stadion Hillsborough saat semifinal FA Cup, 15 April 1989, membuat ratusan penonton baik dari kubu Liverpool maupun Nottingham Forest terinjak-injak dan tergencet pagar pembatas tribun –saat itu stadion-stadion di Inggris masih dipasangi pagar pembatas laiknya stadion di negara-negara lain. Catatan Taylor Report dari Panel Independen Hillsborough, korban tewas mencapai 96 orang dan 766 luka-luka.


Lagu YNWA lantas jadi pengobat luka di masa berkabung yang tak hanya dinyanyikan para fans Liverpool namun juga oleh para fans Nottingham, bahkan oleh fans rival sekota, Everton, sebagai bentuk solidaritas. Nada dan liriknya begitu kuat sehingga menginspirasi untuk bangkit dari keterpurukan akibat petaka itu.


“Selain dikenal sebagai lagu sepakbola, (YNWA) juga mengisi kekosongan besar bagi mereka yang kehilangan seseorang di Hillsborough. Lagu itu emosional bukan hanya karena sepakbola. Lagunya menutupi nestapa dan kesedihan dengan sukses karena maknanya adalah tentang solidaritas,” tutur legenda Liverpool (1977-1990) Kenny Dalglish, dinukil Independent, 14 April 2014.


Bukti “magis” berikutnya dari lagu ini adalah ketika Liverpool di final Liga Champions, 25 Mei 2005, kontra AC Milan tertinggal 0-3 di babak pertama. Alih-alih jatuh mental, sekira 30 ribu fans Liverpool yang hadir justru menggaungkan lagu itu di waktu jeda babak pertama.


“Anda tertinggal 0-3. Anda berpikir mimpi Anda luluh lantak. Anda berpikir telah mengecewakan para suporter saat istirahat babak pertama. Dan kemudian Anda mendengar refrain ‘You’ll Never Walk Alone’, mungkin yang paling lantang dan paling emosional yang pernah saya dengar,” kata kapten Liverpool saat itu, Steven Gerrard, mengenang momen bersejarah itu.


Liverpool merengkuh trofi Si Kuping Besar pada Liga Champions 2005 (Foto: uefa.com)
Liverpool merengkuh trofi Si Kuping Besar pada Liga Champions 2005 (Foto: uefa.com)

Skuad Liverpool bak bangkit dari kubur. Mereka akhirnya bisa menyamakan kedudukan 3-3 hingga pertandingan harus dientaskan lewat adu penalti. Keajaiban kembali terjadi, Liverpool menang di babak penentuan itu.


Itu jadi momen terakhir Liverpool juara Liga Champions. Sebelumnya, Liverpool juara di musim 1976/1977, 1977/1978, 1980/1981, dan 1983/1984.


Musim ini (2018/2019), Liverpool tinggal selangkah lagi menggamit mahkota keenam. Hanya tim sesama Inggris, Tottenham Hotspur, yang jadi penghalang antara Liverpool dan trofi “Si Kuping Besar” pada laga puncak, 1 Juni 2019 nanti. YNWA tentu akan kembali bergema mengiringi perjuangan Liverpool. Akankah ia kembali memberi tuah?



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Tidak hanya di perfilman Indonesia, jagat Hollywood juga acap digoyang kontroversi pemilihan aktor utama.
Tidak hanya di perfilman Indonesia, jagat Hollywood juga acap digoyang kontroversi pemilihan aktor utama.
Dramatisasi kisah komposer musik klasik keturunan Afrika pertama. Menggugat “égalité” dengan musiknya menyongsong revolusi yang membara.
Dramatisasi kisah komposer musik klasik keturunan Afrika pertama. Menggugat “égalité” dengan musiknya menyongsong revolusi yang membara.
transparant.png
bottom of page