top of page

Padel, dari Pekarangan Belakang jadi Olahraga Global

Tak hanya dalam permainannya, padel juga sarat “pantulan” sejarah. Bermula dari Meksiko hingga akhirnya “viral” di berbagai pelosok dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perhelatan FIP Asia Padel Cup 2025 (padelfip.com)

3 jam yang lalu
4 menit membaca

DALAM setiap perhelatan pesta olahraga, macam-macam olahraga baru acap memulai debutnya. Dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ini, padel termasuk cabang olahraga anyar yang resmi dipertandingkan bareng lima cabang lain: BMX gaya bebas, selancar, teqball, beladiri campuran MMA, dan taekwondo virtual.


Nagoya City Higashi Sports Center di pusat kota Nagoya akan jadi venue yang memperlombakan dua kategori cabangnya –ganda putra dan ganda putri– pada 28 September-3 Oktober 2026. Mengutip laman resmi Asian Games 2026, cabang padel bakal diramaikan 13 negara partisipan: Qatar, Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Jepang, Lebanon, Iran, Kazakhstan, Hong Kong, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.


Indonesia tak mau ketinggalan. Belakangan padel memang populer di berbagai kalangan, dari rakyat biasa hingga para artis dan pejabat.


Namun, meskipun padel telah memiliki induk organisasi, tim padel Indonesia berangkat dengan ongkos pribadi dari dana internal partai dan sumbangan pihak swasta. Pada akhir Agustus lalu, Pengurus Besar Padel Indonesia menargetkan medali. Timnya dipimpin pelatih Ari Moya dan penasihat teknis Denise Hoefer, yang membawa delapan atlet: Christian Alvin Edison, Anak Agung Ngurah Valentinus, Armando Charisma Soemarno, Giorgio Alessandro Soemarno, Beatrice Gumulya, Fadona Titalyana Kusumawati, Novela Rezha Millenia Putria, dan Fitriani Sabatini.


Tim Padel Putri Indonesia di Asia Padel Cup 2025 yang menyabet medali perunggu (padelfip.com)
Tim Padel Putri Indonesia di Asia Padel Cup 2025 yang menyabet medali perunggu (padelfip.com)

Dari Acapulco ke Lintas Benua

Dari perkotaan besar sampai permukiman, lapangan-lapangan padel menjamur di Indonesia. Mulanya dianggap olahraga rekreasi kalangan elite belaka, namun pada akhirnya padel masuk aneka pesta olahraga kompetitif, salah satunya Asian Games 2026.


Boleh dibilang, padel adalah olahraga hibrida antara tenis dan squash. Sejumlah sumber menyebutkan padel bermuasal dari seorang pengusaha kaya asal Meksiko, Enrique Corcuera, pada 1969. Pada 2023, putranya, Enrique Corcuera Jr., menebalkan narasi sejarahnya bahwa padel sudah eksis sejak 1950-an ketika ayahnya punya hobi olahraga yang mirip squash dan tenis, Basque pelota.


“Pada pertengahan 1950-an, ayah saya punya lapangan untuk bermain Basque pelota dan suatu hari ia memasang jaring tenis di tengah area permainan. Ia segera menyadari bahwa sangat menyenangkan bermain tenis dengan adanya dinding di sekitarnya,” ujar Corcuera Jr, kepada Padel Magazine, 19 Januari 2023.


Pada medio 1969, Corcuera membeli sebuah properti mewah di Las Brisas, Acapulco. Di pekarangan belakang, ia berencana membangun lapangan tenis tetapi ternyata luas pekarangannya tidak cukup untuk bikin lapangan tenis.


“Dia mulai bereksperimen karena lapangan tenis terlalu besar. Lapangan tenis butuh lahan 1000 m² dan ayah saya hanya punya 300 m² jadi ia bangun lapangan yang lebih kecil. Dan ketika dia membeli sebuah rumah di Acapulco pada 1969, ia juga membangun sebuah lapangan yang lebih kecil dengan dinding-dinding, 20x10 meter. Jadi olahraga itu adalah hasil 15 tahun eksperimennya,” tambah Corcuera Jr.


Mulanya, dinding yang dibangun Corcuera hanya di dua ujung lapangan dan masih menggunakan raket dan bola tenis. Hal itu melahirkan dinamika baru dalam permainannya karena ketika lawan tak bisa mengembalikan pukulan, bolanya akan terpantul kembali. Karena alur permainannya begitu cepat, Corcuera kembali bereksperimen dengan raket kayu.


“Karena pada awalnya Corcuera menciptakan olahraga ini untuk bisa dinikmati bersama istrinya, Viviana, di mana ia merasa permainan tenis terlalu menuntut fisik dan teknik ketimbang untuk permainan santai,” ungkap Julian Bouttier dalam Culture Padel: L’encyclopédie Illustrée.


Corcuera dan istrinya pun coba menyusun aturan-aturannya. Setelah rampung, Corcuera menamakan permainannya “Paddle Corcuera”.


“Dalam aturan pertama yang disusun Corcuera dan istrinya, pemain yang menerima servis bola boleh memukul balik setelah bolanya terpantul dari dinding. Corcuera meminjam bola dan aturan skor dari tenis. Raket yang digunakan bukan raket senar melainkan raket yang mirip olahraga tenis platform di Amerika Serikat,” tulis Kim Feldmann dalam All About Padel: The Complete Guide for Beginners.


Enrique Corcuera (tengah) yang menciptakan olahraga padel (padelmagazine.fr)
Enrique Corcuera (tengah) yang menciptakan olahraga padel (padelmagazine.fr)

Tidak hanya bersama istrinya, Corcuera kemudian juga sering mengajak para sahabat dan koleganya untuk menjajal Paddle Corcuera ketika mereka mengunjunginya di Acapulco. Dari Penasihat Keamanan Amerika Serikat Henry Kissinger, penyanyi kondang Frank Sinatra, hingga bangsawan Spanyol Pangeran Alfonso Hohenlohe-Langenburg.


Nama terakhir turut berjasa menyebarkannya ke Eropa via Spanyol. Pasalnya setelah menjajal permainannya di kediaman Corcuera di Acapulco pada musim dingin 1974, Pangeran Alfonso begitu kepincut dan membawanya ke Spanyol.


“Hohenlohe sangat tertarik pada permainannya dan ia menyadari potensi olahraga santai itu untuk bersosialisasi: Anda bisa bermain sambil mengobrol, lebih eksklusif dari tenis dan bisa dimainkan semua usia. Maka ketika kembali ke Spanyol, ia membangun dua lapangan padel pertama di Eropa di propertinya, Marbella Club,” sambung Bouttier.


Tak sekadar membawa olahraganya menyeberangi Samudera Atlantik, Pangeran Alfonso juga memodifikasi area permainan Corcuera itu. Ia menambahkan pagar jaring besi-baja di setiap sisinya. Mengingat Pangeran Alfonso mengenalkannya di properti mewahnya, tentu saja olahrga itu cukup cepat booming di kalangan elite di Spanyol.


Demam padel pertamakali di kalangan kelas menengah dan bawah baru terjadi pada 1980-an ketika padel “dikembalikan” menyeberangi Samudera Atlantik, yakni ke Argentina. Adalah Julio Menditenguy, salah satu kolega Pangeran Alfonso, yang membawanya.


“Ketika padel tetap jadi permainan eksklusif dan kegiatan kalangan atas di Spanyol, padel mengalami perubahan arah radikal di Argentina. Dibawa oleh para kolega Hohenloge (salah satunya Julio Menditenguy), olahraga ini menyeberangi Atlantik lagi dan berkembang begitu pesat. Selama 1980-an dan awal 1990-an, Argentina mengalami ‘Padelmania’,” lanjutnya.


Tidak hanya di klub-klub mewah kalangan elite, padel menjamur di banyak tempat sampai ke bangunan-bangunan bekas gudang. Bouttier mencatat, itu jadi era keemasan pertama padel hingga melahirkan para legendanya seperti Alejandro Lasaigues dan Roby Gattiker.


Federasi-federasinya pun mulai lahir karena padel mulai menjamah sampai ke Brasil, Uruguay, dan Chile, Amerika Serikat dan Kanada di Benua Amerika, serta Swiss dan Prancis di Eropa. Meski baru pada 1997 Federasi Padel Internasional, FIP, menyepakati penyebutan resmi olahraganya dengan lema “Padel” dan tidak lagi dengan kata “Paddle”.


“Dahulu juga ada dua federasi padel, satu di Argentina dan satu lagi di Spanyol. Ayah saya dan temannya Ignacio Soto Borja menyatukan keduanya dan menciptakan Federasi Padel Internasional. Sudah sejak 1980-an juga ayah saya mengajukan patennya untuk diakui sebagai pencipta permainannya,” sambung Corcuera Jr.


Perkembangannya kembali sempat tersendat gegara krisis ekonomi 1998 dan baru pulih pada awal 2000-an, di mana pusat gravitasi padel kembali berada di Spanyol. Kemitraan strategis FIP dengan Qatar Sports Investments pada 2022 juga jadi milestone penting dalam viralnya padel saat ini, di mana sampai sekarang FIP punya 81 negara anggota di lima benua, termasuk Indonesia.


“Jika ayah saya melihat perkembangan pade sekarang, pasti ia takkan mempercayainya, ia akan sangat bahagia. Saat ia wafat (tahun 1999), padel sudah dimainkan di dua negara besar dan sudah ada sirkuit profesionalnya namun jika soal booming-nya saat ini ia takkan menduganya. Ia akan sangat bangga dan itu karenanya kami ingin menghormati warisannya,” tandas Corcuera Jr.



Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page