TAWA riang anak-anak yang tengah asyik bermain sepakbola di lapangan seketika terhenti, ketika dua anak mulai saling melempar kalimat sindiran. Tak lama perang kata-kata itu menjadi adu jotos. Di tengah saling serang, seorang anak melerai. Anak itu adalah Gatot Soebroto, yang kelak menjadi tokoh militer Indonesia.
Anak lelaki yang lahir di desa Tanjung, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, itu dipandang sebagai pemimpin oleh teman-temannya. Sikapnya yang humoris dan ceria serta banyak akal membuat permainan dan kegiatan menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Di samping itu, Gatot juga perhatian, tegas, dan bertanggungjawab. Dia tidak hanya menjadi tempat bercerita, tetapi juga penengah ketika ada kawannya yang berlainan pendapat.
“Tubuh yang kekar padat, kulit kehitaman dan mata bulat penuh daya hidup adalah gambaran masa kecil dari Gatot Soebroto. Wujudnya yang demikian itu menimbulkan perasaan senang pada tiap orang yang melihatnya. Dia menjadi kesayangan keluarga dan orang-orang di sekitar rumahnya,” tulis Moh. Oemar dalam Jenderal Gatot Subroto, Pahlawan Nasional.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















