top of page

Ali Sadikin Menutup Jakarta

Ali Sadikin menjadikan Jakarta sebagai kota tertutup untuk menekan urbanisasi. Gagal karena warganya sukar diatur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menyerahkan mobil patroli DLLAD di Balaikota Jakarta, 15 Februari 1971. (Perpusnas RI).

21 Mei 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 28 Apr

MENJELANG lebaran, warga Jakarta kembali memenuhi ruang publik. Sempat viral ketika warga turun beramai-ramai menyaksikan drama penutupan sebuah waralaba makanan cepat saji di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. Belakangan ini, warga bahkan tumpah ke beberapa pusat perbelanjaan yang kembali dibuka. Salah satunya, Pasar Tanah Abang yang merupakan  sentra tekstil di ibu kota. Padahal, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19 masih berlaku.


Ketidakpatuhan ini membuat tenaga medis yang berjuang di garda depan seakan percuma. Di masa pandemi seperti sekarang, berkumpul di keramaian kian memperbesar potensi penyebaran dan penularan virus. Buntut kekecewaan mereka kemudian memunculkan gerakan “Indonesia? Terserah!” #sukasukakaliansaja.


Bila menengok kembali ke rumah sejarah, warga Jakarta memang sulit untuk dikendalikan. Perkara serupa juga pernah dialami Ali Sadikin, gubernur terbaik yang pernah memimpin kota Jakarta. Bang Ali –demikian Ali Sadikin disapa– menjabat pada periode 1966–1977.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page