- Hendri F. Isnaeni
- 16 Apr 2010
- 4 menit membaca
Diperbarui: 9 Des 2025
PADA 14 Oktober 1806, Napoleon menyerbu dan mengalahkan tentara Prusia di Jena, sebuah kota di Thuringen, Jerman. Georg Wilhelm Friedrich Hegel, kelak dianggap sebagai filsuf idealis terkemuka Jerman, lahir di kota Stuttgart pada 27 Agustus 1770, masih sempat merampungkan salah satu karya terbaiknya di malam menjelang Perang Jena pecah: Phenomenology of Mind –ada yang menulisnya Phenomenology of Spirit.
Tapi perang telah menghancurkan kota. Kampus juga sepi. Hegel, yang baru setahun menjabat profesor luar biasa di Universitas Jena, universitas terkemuka di Jerman, mengalami krisis keuangan. Saat inilah Hegel, yang bujangan, menjalin asmara terlarang dengan Charlotte Johanna Christiane Burkhardt, istri pemilik flat tempat Hegel tinggal, yang ditinggal suaminya. Burkhardt berusia delapan tahun lebih muda dari Hegel. Dari hubungan itu lahirlah seorang anak yang diberi nama Ludwig.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












