top of page

AR Baswedan Merajut Keindonesiaan

AR Baswedan merajut persatuan kaum Arab untuk bertanahair Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Haji Agus Salim (kiri) dan AR Baswedan (kanan) menyaksikan penandatanganan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Perdana Menteri Mesir, Nokrashi Pasha, Juni 1947.

26 Sep 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 30 Jul 2025

SURAT KABAR Tionghoa peranakan, Matahari, 1 Agustus 1934, memuat foto menggemparkan. Seorang pemuda keturunan Arab mengenakan beskap dan blangkon, menyerukan kepada kaumnya agar bersatu membantu perjuangan bangsa Indonesia. “Di mana seseorang dilahirkan, di situlah tanah airnya,” ujar pemuda yang bernama Abdul Rahman Baswedan, yang lahir pada 11 September 1908. Dia adalah sosok yang lengkap: wartawan, politikus, diplomat, bahkan budayawan.


Pengamat politik, Fachry Ali, mengatakan bahwa pada 1934 saat Indonesia masih sebagai konsep, AR Baswedan berani menyatakan dirinya dan kaumnya bertanahair Indonesia. Dalam Konferensi Peranakan Arab pada Oktober 1934, dia tidak ragu mendeklarasikan Sumpah Pemuda Indonesia Keturunan Arab: tanahair peranakan Arab adalah Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page