top of page

Bertanah Air Indonesia, Bukan Hadramaut

Masyarakat Arab menganggap tanah airnya Hadramaut. Persatuan Arab peranakan mendorong mereka untuk bertanah air Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kongres Persatuan Arab Indonesia (PAI).

10 Sep 2024
8 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

PARA peserta Konferensi Peranakan Arab di rumah Said Bahelul di Kampung Melayu, Semarang, tegang. Suasana perkenalan berjalan canggung, karena sejak lama komunitas Arab mengalami konflik yang dipicu soal strata sosial antara sayid dan non-sayid. Sayid, atau disebut juga alawi, adalah istilah yang digunakan untuk menyebut keturunan Nabi Muhammad dan karenanya membuat mereka merasa istimewa. Abdul Rahman (A.R.) Baswedan mencairkan suasana dengan mengajukan jalan tengah.


“Solusi sederhananya panggil semua Arab dengan ‘saudara’ atau al-akh. Tidak peduli alawi atau non-alawi, you are my brother,” ujar Samhari Baswedan, anak kesebelas A.R. Baswedan, kepada Historia.  


Kompromi tersebut mendapat sambutan baik. Konferensi Peranakan Arab, yang dimulai pada 3 Oktober 1934, dihadiri sekira 40 orang Arab peranakan dari Arrabitah, organisasi pro-sayid, dan Al-Irsyad, organisasi non-sayid. Mereka berasal dari Surabaya, Semarang, Pekalongan, dan Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page