top of page

Setelah PAI Tak Ada Lagi

Partai Arab Indonesia dibubarkan dan diputuskan untuk tidak dihidupkan lagi. Mereka berkiprah di partai-partai politik lain.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mr. Hamid Algadri (kedua dari kiri) bersama anggota delegasi Misi Parlemen Indonesia ke Inggris di London, 1952. (Repro Mengarungi Indonesia, Memoar Perintis Kemerdekaan Mr. Hamid Algadri).

11 Sep 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Feb

SETELAH Wakil Presiden Mohammad Hatta mengeluarkan Maklumat No. X tanggal 3 November 1945 mengenai pembentukan partai politik, para pemimpin Partai Arab Indonesia (PAI) justru menolak menghidupkan kembali partai yang sudah dibubarkan Jepang. Alasannya, selain tak sesuai dengan semangat kemerdekaan, partai-partai politik yang akan muncul membuka pintu bagi mereka.  


Para tokoh PAI pun bergabung dengan partai politik sesuai ideologi masing-masing. Umumnya memilih Masyumi, termasuk A.R. Baswedan. Hamid Algadri masuk Partai Sosialis Indonesia (PSI). Selebihnya bergabung dengan partai politik lainnya, seperti Said Bahreisj (Partai Nasional Indonesia) dan Ahmad Bahmid (Nahdlatul Ulama).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Kimi Antonelli tak hanya cetak sejarah jadi juara dunia F1 termuda. Anak muda “berbahaya” itu jadi penerus dua pembalap legendaris Italia pasca-73 tahun penantian.
Kimi Antonelli tak hanya cetak sejarah jadi juara dunia F1 termuda. Anak muda “berbahaya” itu jadi penerus dua pembalap legendaris Italia pasca-73 tahun penantian.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Depresi Besar dan Perang Dunia II membuat masyarakat AS mendaur ulang karung untuk dijadikan pakaian. Menjadi tren dan diminati hingga memunculkan karung beraneka warna, motif, dan ukuran.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Survei tiga lembaga terkenal memenangkan Dewey dalam Pilpres AS 1948. Bahkan, surat kabar telah memberitakannya. Ternyata Truman yang menang.
Rumah tahanan, bahkan yang berada di lingkungan Kepolisian, menyimpan api dalam sekam yang potensial menimbulkan kericuhan.
Rumah tahanan, bahkan yang berada di lingkungan Kepolisian, menyimpan api dalam sekam yang potensial menimbulkan kericuhan.
Bermula dari kompetisi pengiring pekan raya perdagangan dan industri. Cap kasta kedua tetap terasa hingga dijuluki “Liga Malam Jumat”.
Bermula dari kompetisi pengiring pekan raya perdagangan dan industri. Cap kasta kedua tetap terasa hingga dijuluki “Liga Malam Jumat”.
transparant.png
bottom of page