top of page

Mendekat kepada Habib

Di samping mengajarkan agama, para habib juga berurusan dengan politik dan kekuasaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Habib Usman bin Yahya. (KITLV).

12 Sep 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Feb

HARI masih pagi ketika Habib Ali bin Abdurahman al-Habsyi (1870–1968), lebih dikenal sebagai Habib Ali Kwitang, membuka tokonya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menjelang zuhur, dia menutup toko. Lalu dia keliling kampung untuk menjual barang dagangannya sambil berdakwah.


Habib Ali Kwitang merajut hubungan dengan kiai dan pemuka masyarakat. Di rumahnya di Kwitang, dia mengadakan pengajian mingguan. Dia juga rutin menghelat acara maulid, perayaan ulang tahun Nabi Muhammad Saw. Dalam mengelola pengajiannya, dia kemudian dibantu Habib Salim bin Jindan dan Habib Ali Alatas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page