- 12 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 Feb
HARI masih pagi ketika Habib Ali bin Abdurahman al-Habsyi (1870–1968), lebih dikenal sebagai Habib Ali Kwitang, membuka tokonya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menjelang zuhur, dia menutup toko. Lalu dia keliling kampung untuk menjual barang dagangannya sambil berdakwah.
Habib Ali Kwitang merajut hubungan dengan kiai dan pemuka masyarakat. Di rumahnya di Kwitang, dia mengadakan pengajian mingguan. Dia juga rutin menghelat acara maulid, perayaan ulang tahun Nabi Muhammad Saw. Dalam mengelola pengajiannya, dia kemudian dibantu Habib Salim bin Jindan dan Habib Ali Alatas.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.






![Habib Usman bin Yahya, Mufti Batavia, Agustus 1912. (Nico J.G. Kaptein, Arnoud Vrolijk, dan Liesbeth Ouwehand dalam Sayyid 'Uthman of Batavia [1822- 1914] A Life in the Service of Islam and the Colonial Administration).](https://static.wixstatic.com/media/61a794_eba1e7d3cdbf42ba942e0723a73d0100~mv2.jpg/v1/fill/w_889,h_500,al_c,q_85,enc_avif,quality_auto/61a794_eba1e7d3cdbf42ba942e0723a73d0100~mv2.jpg)





