top of page

Doa Habib untuk Ratu Belanda

Habib Usman bin Yahya mendoakan Ratu Belanda panjang umur dan sejahtera. Didukung oleh penyair Melayu di Petamburan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Habib Usman bin Yahya, Mufti Batavia, Agustus 1912. (Nico J.G. Kaptein, Arnoud Vrolijk, dan Liesbeth Ouwehand dalam Sayyid 'Uthman of Batavia [1822- 1914] A Life in the Service of Islam and the Colonial Administration).

  • 19 Nov 2020
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 7 hari yang lalu

“KITA doakan Habib Rizieq Allah panjangkan umurnya. Jadi mimpin insyaallah di Indonesia. Yang kedua Allah pendekkan umur Megawati dan Pak Jokowi. Al-Fatihah,” itulah doa Habib Idrus dalam acara Maulid Nabi Muhammad Saw. di markas Front Pembela Islam, Petamburan, Jakarta. Karuan doa ini jadi bahan debat publik. Sebab doa tersebut dianggap kurang pantas.


Lebih dari seratus tahun lalu, seorang habib bernama Sayyid Usman bin Yahya juga pernah bikin geger karena doanya di Masjid Pekojan, Batavia, pada 2 September 1898. Dia mendoakan Ratu Wilhelmina panjang umur, sejahtera, dan sehat senantiasa. Dia juga berdoa semoga Kerajaan Belanda bersinar terang dan rakyat Hindia Belanda dikaruniai hasil bumi, perkebunan, dan tambang.


Kemudian Habib Usman bin Yahya meminta pemerintah Hindia Belanda turut menyebarluaskan doa ini ke luar Batavia. “Ke antero Jawa, dan menurut Java-Bode yang menurunkan berita tentang doa ini sehari setelahnya, juga sampai ke Madura,” ungkap Nico J.G. Kaptein dalam “The Sayyid and The Queen: Sayyid Uthman on Queen Wilhelmina’s Inauguration on the Throne of the Netherlands in 1898”, termuat di Journal of Islamic Studies, Volume 9, Nomor 2, 1998.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page