top of page

Hoesin Bafagieh, Guru Menulis AR Baswedan

Punya andil dalam sejarah pers nasional, nama jurnalis-pejuang keturunan Arab ini tak dikenal banyak orang. Ia yang mengajari A.R. Baswedan menulis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

AR Baswedan dan Hoesin Bafagieh dalam pertemuan tokoh-tokoh PAI (Partai Arab Indonesia) di Jakarta. (Repro Kumpulan Tulisan & Pemikiran Hoesin Bafagieh).

8 Nov 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

SAMBIL membawa tulisannya supaya dimuat, A.R. Baswedan menemui Hoesin Bafagieh di kantor Majalah Zaman Baroe. Di hadapan Maskati, Bafagieh langsung menolak keinginan Baswedan. “Saya telah mengejeknya dengan kata-kata yang menghina, nyatakan bahwa karangannya belum bisa mendapat tempat di halaman Zaman Baroe dan ia perlu belajar kembali,” ujar Bafagieh dalam Aliran Baroe Tahun II No. 6 Januari 1939.


Menurut Nabiel Karim Hayaze, penyusun buku Kumpulan Tulisan dan Pemikiran Hoesin Bafagieh, Hoesin jauh lebih senior dari Baswedan. “Ketika Baswedan mulai semangat menulis, Hoesinlah yang mengajarkan Baswedan menulis,” kata Nabiel dalam diskusi buku yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Selasa, 7 November 2017. Nabiel melanjutkan, keturunan Arab yang aktif dalam pergerakan bukan hanya Baswedan meski dia yang paling dikenal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page