top of page

Arsip Merekam Anak Yatim Zaman Kolonial

Pemerintah VOC mengurusi anak-anak yatim yang terlantar oleh orang Eropa di Batavia. Banyak nama keluarga yang terekam dalam catatan arsip.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi anak-anak Indo-Belanda di sebuah rumah di Hindia Belanda, 1890. (KITLV).

2 Des 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Jan

SEBELUM abad ke-19, bangsa Eropa yang berlayar ke Nusantara (Hindia Timur) adalah kaum laki-laki. Setibanya di Kepulauan Nusantara, banyak dari mereka yang kawin dengan wanita setempat. Anak-anak hasil kawin silang lintas ras ini menghasilkan kelompok etnik baru yang disebut keturunan mestizo. Bagi yang orang tuanya berkebangsaan Belanda, anak-anak mereka disebut Indo-Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page