top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Asmara Serdadu Belanda

Demi membunuh rasa bosan, seorang prajurit wajib militer Belanda mencatat kesehariannya dengan menggambar dan berkirim surat.

9 Agu 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Lieve Gerda (Gerda Sayang) karya Flip Peeters (Museum Bronbeek, 2011).

  • 10 Agu 2025
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

PELUIT kapal berbunyi kencang di Pelabuhan Amsterdam. Salam perpisahan dengan papan-papan bertuliskan pesan menandai awal perjalanan Flip Peeters, seorang prajurit wajib militer berusia 21 tahun. Keluarga dan sanak saudaranya melepas dengan berat. Begitu pula tunangannya, Gerda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page