top of page

Awal Mula Mudik dengan Pesawat Udara

Sejak awal mudik naik pesawat memang sudah mahal. Setelah sempat terjangkau, kini mahal lagi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana Bandara Soekarno-Hatta tahun 1985. (ANRI).

3 Jun 2019
6 menit membaca

Diperbarui: 18 Mar

BEBERAPA minggu terakhir ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan harga tiket pesawat terbang yang naik gila-gilaan menjelang mudik Lebaran. Tiket kelas bisnis dari Bandung ke Medan, misalnya, mencapai Rp21 juta. Seberapa pun para perantau Sumatera di Jawa bekerja keras dan menabung untuk pulang kampung, jumlah sebanyak itu tetap saja terasa sangat berat dan sulit diterima. Akibatnya, kini terjadi penurunan tajam pemudik berpesawat sekaligus lonjakan drastis pemudik yang menggunakan bus, kereta, dan kapal, serta kendaraan pribadi, termasuk sepeda motor yang dinaiki dua hingga empat orang, plus barang-barang.


Sejak awal kelahirannya, mudik naik pesawat memang sudah mahal. Setelah kemudian sempat terjangkau, harganya belakangan ini naik lagi.


Ada beberapa pertanyaan yang menarik soal mudik berpesawat ini. Kapan sebenarnya masyarakat Indonesia mulai mudik dengan pesawat? Siapa saja yang memilih pesawat untuk mudik dan apa maknanya? Bagaimana dinamika mudik dengan pesawat dalam beberapa dekade terakhir di Indonesia?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
transparant.png
bottom of page