top of page

Lebaran Tanpa Mudik di Awal Republik

Kalau sekarang gagal mudik karena corona, dulu banyak orang batal mudik karena perang melawan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kaum perempuan mempersiapkan masakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri yang menandai berakhirnya bulan Ramadan di Sumatra Barat pada masa kolonial. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

  • 8 Mei 2020
  • 7 menit membaca

GUNA mencegah penularan virus corona dari daerah zona merah ke berbagai wilayah lainnya, pada Selasa, 21 April 2020 Presiden Joko Widodo resmi melarang masyarakat mudik Lebaran. Keputusan ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, mengingat mudik adalah salah satu tradisi terbesar umat Islam di Indonesia. Pada saat yang sama mencegah penularan virus juga penting. Pendeknya, ‘perang’ melawan virus menyebabkan terhentinya arus keinginan untuk mudik.


Menilik sejarah Indonesia, sebenarnya umat Islam Indonesia tidaklah selalu bisa mudik ke kampung halamannya. Salah satunya pada masa awal pascakemerdekaan Indonesia, saat muslim Indonesia merayakan Idul Fitri yang jatuh pada Rabu, 28 Agustus 1946. Waktu itu mudik sudah jadi tradisi walau belum segencar dekade 1970-an, saat urbanisasi besar-besaran mulai terjadi di Indonesia. Pada 1946 itu, beberapa kota di Indonesia telah cukup besar dan menarik banyak orang, terutama pelajar, pedagang, dan pencari kerja dari luar kota bahkan luar pulau Jawa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
RS Al-Quds dan RS Indonesia berhenti beroperasi. Menyisakan RS Al-Shifa yang bertahan di kota Gaza.
 Tak hanya nostalgia, film Susi Susanti: Love All mengajak publik menghargai setiap tetes keringat dan air mata atlet di balik prestasi mengharumkan negeri.
Tak hanya nostalgia, film Susi Susanti: Love All mengajak publik menghargai setiap tetes keringat dan air mata atlet di balik prestasi mengharumkan negeri.
Ini tentang ritual penerimaan anggota mafia, tradisi seppuku, dan pesawat khusus untuk kamikaze.
Ini tentang ritual penerimaan anggota mafia, tradisi seppuku, dan pesawat khusus untuk kamikaze.
Artis Hollywood membuat popularitas penyangga payudara berbentuk mirip moncong pesawat menjadi terkenal.
Artis Hollywood membuat popularitas penyangga payudara berbentuk mirip moncong pesawat menjadi terkenal.
transparant.png
bottom of page