top of page

Barracuda Bukan untuk Melindas Warga Negara

Didatangan dari Korea Selatan sejak 2004, Barracuda jadi kendaraan taktis lapis baja andalan Brimob. Telah digunakan dalam berbagai operasi keamanan hingga pengamanan distribusi vaksin Covid-19. Barracuda bukan untuk mencelakai masyarakat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kendaraan taktis lapis baja "Barracuda" Korps Brimob Polri. Sumber: Shutterstock.

3 Sep 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 15 Mei

BARRACUDA merupakan kendaraan taktis (rantis) andalan Brimob sejak dua dekade silam. Sebagai unit kepolisian dengan tugas pengamanan khusus dan mobilitas tinggi, Brimob memerlukan rantis dalam operasionalnya. Untuk itulah, Irjen Pol. Silvanus Yulian Wenas, komandan Korps Brimob saat itu, menugaskan tim logistik Brimob untuk mengurusi pengadaan rantis modern guna membantu tugas-tugas operasi Brimob.


Salah satu perwira logistik Brimob yang ditunjuk mengujicoba spesifikasi rantis Brimob yang baru itu ialah AKP Firdaus Wulanto. Dia ditugaskan ke Korea Selatan, yang industri kendaraan beratnya sudah lebih maju untuk level Asia. Menurut Firdaus, penugasan itu terjadi pada 2004, saat dirinya masih perwira staf ranmor-rantis logistik Korps Brimob. Setibanya di Seoul –ibu kota Korea Selatan, Firdaus dan timnya disambut musim dingin.


“Dan di sana itu lagi musim salju. Pas bulan Desember. Orang-orang Merry Christmas, kita di sana kedinginan,” ujar Firdaus dalam testimoni pengalamannya, “Pemberi Nama Barracuda”, yang terkisah dalam Tour of Duty Brimob 1997: Perjalanan Tugas Personel Korps Brigade Mobil Lulusan Akpol Tahun 1997.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page