- 16 Sep 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 26 Feb
SUATU hari di tahun 1995, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) B.J. Habibie mengajak Letnan Jenderal (Purn.) Sintong Panjaitan berdiskusi. Dia mengeluhkan soal seringnya Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam) Edi Sudradjat absen dalam berbagai rapat mengenai “sistem senjata Hankam” yang dipimpinnya.
“Padahal ada yang ingin sekali saya diskusikan dengan Pak Edi mengenai rencana pembelian tank buat ABRI,” ujar Habibie kepada staf ahli Menristek itu.
Sebagai orang yang merasa dekat dengan kedua lelaki yang secara politik bersebrangan itu, beberapa hari kemudian Sintong berinsiatif menemui Edi yang tak lain adalah seniornya di ABRI tersebut. Dia mendatangi Kantor Departemen Hankam dan menyatakan kekecewaan dirinya secara langsung kepada Menhankam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












