top of page

Batik Romusha dari Banten Selatan

Sejarah romusha atau pekerja paksa menginspirasi pembuatan motif batik khas Banten Selatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sandi Pratama (kanan), pembuat batik motif Seribu Bagang dan Jejak Tapak Romusha khas Banten Selatan. (Instagram wbwanabatik).

15 Nov 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 8 Mei

KETIKA menduduki Indonesia, Jepang mengerahkan ribuan orang terutama dari Jawa untuk menjadi romusha atau pekerja paksa. Mereka membangun proyek-proyek militer Jepang untuk menunjang kepentingan perang, seperti lapangan terbang, jalan, rel kereta api, gudang persenjataan, dan kubu pertahanan.


Romusha dikirim ke berbagai daerah bahkan luar negeri. Salah satunya ke Bayah, Kabupaten Lebak, Banten Selatan. Mereka bekerja membangun rel kereta api Saketi–Bayah sepanjang 90 kilometer dan menggali batu bara. Tokoh revolusioner Tan Malaka pernah bekerja di Bayah.


Pembangunan rel kereta api Saketi–Bayah menelan banyak korban romusha. Tan Malaka mendapat cerita tentang asal-usul Saketi. Kata Saketi berasal dari bahasa Sunda, yang artinya 100 ribu, mengacu pada ramalan korban pembuatan jalur kereta api Saketi–Bayah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
Tak hanya menjaga kedaulatan, heli TNI AU juga digdaya dalam uji skill di udara.
transparant.png
bottom of page