top of page

Berburu Kesenangan di Pagelaran Rakyat Jakarta

Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana Jakarta Fair Kemayoran 2019 di area Main Stage (Muhammad Fazil Pamungkas/Historia)

17 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 27 Jul

SORE itu Jakarta Internasional Expo (JIEXPO) di Kemayoran terlihat diserbu oleh ribuan orang. Mereka silih berganti berdatangan. Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2019, perayaan tahunan di ibu kota RI tersebut, adalah salah satu tujuan.  Farizi Fatwa (24), adalah salah seorang dari pengunjung . Antrian yang mengular di pintu masuk tidak menajadi soal baginya untuk ikut larut menikmati JFK 2019 ini.


“Seumur hidup saya belum pernah mengunjungi PRJ. Karena promosi besar-besaran di media massa dan pemerintah akhirnya saya tertarik untuk datang ke sini,” ucap Farizi kepada Historia.


Terlahir dari ide  Ali Sadikin (salah satu gubernur DKI Jaya yang terkemuka), Jakarta Fair menjadi pagelaran tahunan masyarakat ibu kota. Digelar pertama kali pada Juni 1968, festival rakyat ini diberi nama ‘Djakarta Fair’. Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, ingin menghidupkan kembali pasar malam yang pernah digelar masa Belanda di Jakarta (sebutannya masih Batavia kala itu).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page