top of page

PRJ untuk Rakyat

Bang Ali menjadikan Pekan Raya Jakarta sebagai pesta rakyat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Foto: Nugroho Sejati/Historia

10 Jun 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

PRJ telah merentang waktu selama 50 tahun. Digelar kali pertama pada Juni 1968, pergelaran ini diberi nama Djakarta Fair. Gagasannya berasal dari Ali Sadikin, gubernur Jakarta yang akrab disapa Bang Ali. Dia berkasad menghidupkan kembali pasar malam dan pameran yang pernah digelar di Jakarta sebelumnya.


“Saya ingat, dulu semasa kecil ada ‘Pasar Gambir’ di Jakarta (waktu itu masih Batavia sebutannya)… bahwa ‘Pasar Gambir’ itu merupakan keramaian yang menyenangkan,” kata Ali Sadikin dalam biografinya, Bang Ali: Demi Jakarta. Tapi gelaran itu berhenti pada masa Jepang dan tak pernah diadakan lagi setelahnya.

    Ingin membaca lebih lanjut?

    Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

    bg-gray.jpg
    Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
    bg-gray.jpg
    Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
    bg-gray.jpg
    Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
    bg-gray.jpg
    Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
    transparant.png
    bottom of page