top of page

Kisah Air Mancur Henk Ngantung

Keindahan air mancur rancangan Henk Ngantung tak seindah sejarahnya. Semasa Orde Baru berkuasa, karya-karya Henk Ngantung dilenyapkan dari memori publik.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Air Mancur Henk Ngantung atau Ngantung Fountain di Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat ini namanya lebih dikenal sebagai Air Mancur Thamrin atau Air Mancur Bundaran Bank Indonesia. (Martin Sitompul/Historia.ID).

1 Sep
3 menit membaca

AIR mancur di Bundaran Bank Indonesia di Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat laksana oase di tengah hiruk pikuk jantung ibu kota. Letaknya di depan Bank Indonesia mendekati kawasan silang barat Tugu Monas, yang kerap langganan macet dan sesekali tempat berunjuk rasa.


Orang-orang menyebutnya Air Mancur Bundaran Bank Indonesia atau Air Mancur Thamrin. Namun, nama air mancur ini awalnya melekat pada perancangnya, Henk Ngantung.


“Air mancur Bundaran Bank Indonesia zaman dulu sebenarnya pada saat diresmikan namanya Air Mancur Henk Ngantung, Ngantung Fountain,” tutur Geni Ngantung, putri kedua Henk Ngantung, kepada Historia.ID.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page