top of page

Gatot Soebroto di Masa Perang Kemerdekaan

Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gatot Soebroto bersama para perwira TNI. (Koleksi Museum Gatot Soebroto).

1 jam yang lalu
8 menit membaca

PADA 1 September 1945, Gatot Soebroto, bekas Daidancho (komandan batalyon) III Banyumas, bersama bekas perwira PETA (Pembela Tanah Air) dari seluruh daerah keresidenan berkumpul di gedung Yosodarmo, Purwokerto. Rapat yang dihadiri sekitar 60 orang itu juga diikuti tokoh-tokoh partai, wakil organisasi pemuda, serta pejabat setempat.


Rapat selama enam hari itu mengambil tiga keputusan. Pertama, orang Jepang di luar kota Purwokerto akan dikumpulkan menjadi satu. Kedua, pengumpulan senjata dari PETA dan tentara Jepang. Ketiga, mengirim delegasi untuk berunding dengan pucuk pimpinan tentara Jepang.


Pada 9 September 1945, delegasi yang dipimpin oleh Soedirman, Iskaq Tjokrohadisurjo, Sutirto, dan wakil golongan pemuda berunding dengan komandan pasukan Jepang, Takaze, dan Syucokan (kepala pemerintahan keresidenan), Iwasige. Para pemuda bersenjata bambu runcing dan golok mengepung tempat perundingan di markas Kido Butai itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Cerita ketika Bali diluluhlantakkan oleh pandemi. Kawasan yang dulu ramai kini sepi dan sunyi.
Beragam dimensi yang dimuat dalam satu film panjang karya Garin Nugroho.
Beragam dimensi yang dimuat dalam satu film panjang karya Garin Nugroho.
Kisah tentang tari kecak yang kembali berkarya usai berhenti sejenak karena pandemi. Dengan sejumlah adaptasi mereka berupaya terus menari.
Kisah tentang tari kecak yang kembali berkarya usai berhenti sejenak karena pandemi. Dengan sejumlah adaptasi mereka berupaya terus menari.
Edisi ke-19 festival film terlama. Ajang untuk menengok Eropa lewat film-film berkualitas.
Edisi ke-19 festival film terlama. Ajang untuk menengok Eropa lewat film-film berkualitas.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
transparant.png
bottom of page