top of page

Berpacu dengan Kuda

Menunggang kuda balap pernah jadi simbol kebangsawanan. Jeli melihat peluang, pebisnis menjadikannya uang. Pacuan kuda di Pulomas yang dibangun Ali Sadikin jadi tempat perjudian.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gubernur Ali Sadikin (memakai kacamata) di pacuan kuda Pulomas, Jakarta, 1970-an.

19 Des 2023
8 menit membaca

Diperbarui: 5 Jan

BERSANDING dengan perumahan mewah, sebuah bangunan bertingkat dua tampak beda. Beratap asbes dan berpagar besi sederhana tanpa penutup fiberglass. Orang bisa melihat dengan bebas segala aktivitas penghuninya. Perbedaan lain, tanahnya lebih tinggi satu meter dari tanah sekitar. Kalau hujan deras turun, bangunan itu bebas banjir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page