top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Berpacu dengan Kuda

Menunggang kuda balap pernah jadi simbol kebangsawanan. Jeli melihat peluang, pebisnis menjadikannya uang. Pacuan kuda di Pulomas yang dibangun Ali Sadikin jadi tempat perjudian.

19 Des 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Gubernur Ali Sadikin (memakai kacamata) di pacuan kuda Pulomas, Jakarta, 1970-an.

  • 19 Des 2023
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 5 Jan

BERSANDING dengan perumahan mewah, sebuah bangunan bertingkat dua tampak beda. Beratap asbes dan berpagar besi sederhana tanpa penutup fiberglass. Orang bisa melihat dengan bebas segala aktivitas penghuninya. Perbedaan lain, tanahnya lebih tinggi satu meter dari tanah sekitar. Kalau hujan deras turun, bangunan itu bebas banjir.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page