top of page

Bukan Seniman Lapo Tuak Biasa

Karya-karyanya kekal dalam semesta lagu pop Batak. Namun, hayatnya terlupakan sebagai seorang maestro komponis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Nahum Situmorang. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

28 Nov 2022
14 menit membaca

Diperbarui: 14 Feb

MENJELANG Kongres Pemuda II, panitia menggelar sayembara. Isinya “menantang” para pemuda untuk menciptakan lagu kebangsaan. Pemenang akan tercatat sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia. Berbagai surat kabar menyiarkan sayembara itu.  


Berita sayembara sampai kepada Nahum Situmorang, pemuda dari Tapanuli. Usianya belum genap 20 tahun dan baru lulus dari Hollandsche Inlandsche Kweekschool (HIK) Goenoeng Sari di Lembang, Bandung. 


Sekolah guru swasta ini memiliki jurusan seni suara dan musik, yang jadi minat Nahum. Ilmu musik yang ditimba di Kweekschool memungkinkannya menulis lagu dalam notasi musik Barat. Nahum tertarik ikut sayembara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
transparant.png
bottom of page