top of page

Bukan Simpanan Gubernur Jenderal

Menempati Rumah Cimanggis di luar kota Batavia, Adriana Bake disebut simpanan gubernur jenderal VOC.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Petrus Albertus van der Parra, gubernur jenderal VOC (1761-1775). Foto: Rijksmuseum/geheugenvannederland.nl.

21 Jan 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Agu 2025

DALAM keterangan pers soal Rumah Cimanggis yang akan dihancurkan untuk pembangunan UIII, Husain Abdullah, juru bicara Wakil Presiden, menyebut Adriana Bake sebagai istri kedua atau simpanan Petrus Albertus van der Parra, gubernur jenderal VOC (1714-1775).


“Kalau memang Adriana Bake bukan istri kedua Van der Parra, di mana logikanya Adriana justru dibuatkan rumah di tengah hutan di Depok. Harusnya Adriana sehari-hari mendampingi Van Der Parra sebagai gubernur jenderal Belanda. Tapi faktanya tidak, justru Adriana harus menepi ke Rumah Cimanggis di Depok yang pada masa itu sebagian masih hutan belantara,” kata Husain.


Sejarawan JJ Rizal membantah bahwa Adriana bukan istri simpanan. Van der Parra menikahi Adriana setelah dua tahun ditinggal mati istri pertamanya, Elisabeth Patronella van Aerden.


Soal Adriana menepi di Rumah Cimanggis, Rizal menjelaskan bahwa pada abad ke-18, terutama pasca tahun 1730-an, banyak pejabat kolonial kaya sengaja menepi ke luar kota benteng Batavia. Niatnya untuk mencari lingkungan yang lebih sehat. Mereka mencari selamat dari epidemi penyakit di kota dengan membangun rumah di kawasan yang lebih segar. Kawasan ini bukan lagi hutan belantara dan sudah dibuka sejak 1650-an. Meski pepohonannya masih rimbun.


“Jadi bukan dibuang atau dikucilkan,” tegas Rizal.


Kondisi itu pula membuat orang-orang Belanda lebih memilih arsitektur tropis untuk rumah peristirahatannya. Rumah-rumah pun menjadi banyak yang memiliki kebun-kebun besar. Tak cuma itu, bahkan sawah-sawah dibuat, pohon buah-buahan ditanam, dan peternakan diadakan.


Adriana dan Van der Parra tidak tiap hari di Rumah Cimanggis. Sebagai rumah peristirahatan, rumah itu biasanya ditempati sepekan dua kali. “Plesiran sambil periksa kebun dan pasarnya di Cimanggis,” lanjut Rizal.


Sementara hari-hari sisanya, Adriana menempati istananya. Bukan istana Bogor melainkan istana mereka yang jauh lebih mewah di Weltevreden (kini, RS Gatot Subroto). “Bukan istana Bogor, ini landgoed (rumah peristirahatan, red) Van Imhoff tentu tidak elok diserobot keluarga Van der Parra,” kata Rizal.


Sejarawan Jean Gelman Taylor dalam The Social World of Batavia: European and Eurasian in Dutch Asia mengungkapkan, sebelum menikah dengan Van der Parra, Adriana Bake merupakan janda Komandan VOC Anthonij Guldenarm. Ayahnya, David Johan Bake yang bermigrasi dari Belanda pada 1718, sebagian besar hidupnya dihabiskan bekerja di Maluku termasuk sebagai gubernur Belanda untuk Ambon (1732-37). Bake meninggal di Batavia pada 1738.


Istri Bake, Ida Dudde adalah janda dari seorang pegawai VOC berpangkat rendah. Putri dari pernikahan pertamanya, Agatha Geetruida Coomans menikah dengan pegawai VOC di Batavia, Johan Smith. Anak mereka, David Smith, kemudian menjadi salah satu anggota dewan dalam pemerintahan Van der Parra pada 1775.


Putrinya yang lain, Ida Constantia Coomans menikah dengan Gerrit Mom. Putri mereka adalah nenek dari A.H. Wiesel, yang nantinya menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda pada 1805-1811.


Menurut Rizal, penulis kronik Batavia, P. de Roo de la Faille, menyebut Adriana hidup sebagai “nyonya gubernur jenderal” yang membanggakan dan terhormat sebab dia putri dari gubernur Belanda untuk Ambon. Van der Parra dan Adriana memiliki seorang putra, Petrus Albertus van der Parra de Jonge, yang lahir pada 1760.


“Saking bangganya, Van der Parra menyebut putra mereka sebagai satu-satunya pewaris sang gubernur jenderal. Van der Parra pun membuatkan mendali bagi anaknya itu saat perayaan ulang tahun perkawinan mereka pada 1768,” kata Rizal.


Menurut sejarawan Mona Lohanda saat ulang tahun perkawinan perak Van der Parra dan Adriana, anaknya yang baru berusia delapan tahun itu didandani bagaikan seorang pangeran. “Pada usia 13 tahun, nama anak tersebut sudah dimasukkan ke dalam daftar gaji pegawai VOC dengan jabatan sebagai staf pada sekretariat pemerintahan,” tulis Mona dalam Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia.


Van der Parra de Jonge menikah dengan Catharina Geertruida Breton, putri anggota dewan Hendrik Brenton. Dia meninggal pada 1783.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Warna batik pun menyala dengan sentuhan Tionghoa.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Beberapa negara Eropa Timur ingin menyamakan tragedi Holocaust dengan kejahatan komunis Soviet.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
transparant.png
bottom of page