top of page

Bunga dan Buah pada Zaman Kuno

Berbagai bunga, tumbuhan, dan buah-buahan dipahat dalam relief candi. Para penulis menjadikannya perumpamaan dalam karya sastra kakawin.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pohon nangka di relief Karmawibhangga Candi Borobudur. Foto: Kassian Chepas/Wikimedia.

14 Nov 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Mei

HANOMAN, kera bermahkota dengan kain selutut mengobrak-abrik taman milik Rahwana yang ditumbuhi pohon asoka. Di taman itu pula Sinta dikurung setelah diculik dari suaminya, Rama.


Potongan kisah Ramayana dalam relief Candi Panataran, Blitar itu, juga menggambarkan pemandangan alam. Asoka atau soka (Ixora Javanica) salah satu tanaman yang sering muncul dalam penggambaran alam Jawa Kuno, baik dalam relief maupun karya sastra kakawin. Hingga kini, bunga soka masih bisa ditemui. Ia memiliki bunga merah yang bergerombol, kayu kehitaman, dan berdaun lebat.


Selain tanaman hias, dalam relief juga terdapat tanaman budidaya, seperti pohon aren (Arenga pinnata) pada relief di pendopo teras Candi Panataran. Seniman pahat menggambarkannya: batang lurus menjulang, daun berhelai-helai, dan buah menggerombol dan menggantung. Pada batangnya bambu tergantung untuk menampung tetesan nira. Minuman tuak dari air nira digemari hingga kini.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page