top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Cara Pria Asia Tenggara Kuno Memuaskan Pasangan

Laki-laki Asia Tenggara kuno menggunakan aksesoris pada penis untuk memuaskan pasangan meskipun menyakitkan.

2 Mar 2017

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bola-bola penis. (Repro Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1650).

  • 2 Mar 2017
  • 1 menit membaca

Anthony Reid, sejarawan ahli Asia Tenggara dari Australian National University, menunjukkan kebiasaan tak lazim masyarakat Asia Tenggara dalam berhubungan seksual.

Para pria biasanya menggunakan aksesoris pada penis untuk memuaskan pasangannya. Mereka melakukannya, sekalipun proses pembuatannya menyakitkan, demi sensasi seksual tiada tara.


Di Siam (kini, Thailand), pria yang menginjak usia 20 tahun mengiris penis dengan pisau halus lalu memasukan bola-bola atau lonceng kecil pada kulit lepas di sisi sekitar kepala penis.


"Bola-bola penis" sebesar anggur itu dipakai juga di Malaka hingga Makassar dan sebagian Jawa. Selain untuk fungsi seksual, ia menjadi penanda status sosial, berdasarkan material logam yang digunakan pada bola.


Di Filipina bagian tengah dan selatan, penis lelaki yang besar maupun kecil ditusuk menembus kepalanya dengan mur timah atau emas sebesar bulu angsa. Di kedua ujungnya dilekatkan sesuatu berupa taji.


Demikianlah perempuan-perempuan Filipina menginginkan pria mereka agar menggapai kenikmatan bersanggama. Tradisi yang sama juga terjadi pada Suku Iban dan Kayan di Kalimantan.


“Tradisi lisan menyatakan bahwa hubungan seksual tanpa alat demikian masih kalah nikmat dari masturbasi,” tulis Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1650.

Praktik tersebut mulai hilang ketika pengaruh agama Islam dan Kristen masuk.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Selain mencerminkan kejamnya perang, kamp interniran merekam sisi-sisi humanisme yang dialami para tahanan. Kamp-kamp interniran itu kini tak berjejak lagi.
Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Sebelum jadi "jagal" di Indonesia, Kapten Westerling harus merasakan pahitnya rudal Jerman dalam PD II. Berbulan-bulan dia harus dirawat di Inggris.
Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Belanda serahkan lagi tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Arca Siwa, Prasasti Damalung dan sebuah Al-Quran direpatriasi untuk disimpan di Museum Nasional.
Before the Rise of Tarumanagara

Before the Rise of Tarumanagara

Before Tarumanagara, there was a civilization called Buni. What is the story of Tarumanagara's origin?
Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Alami malfungsi binatu dan toilet, kapal induk AS ditarik mundur usai operasi menyerang Iran. Kisah lebih getir pada Perang Dunia II dialami U-Boat Jerman.
bottom of page