top of page

Chemistry Lee Kuan Yew Pada Soeharto

Kendati kagumi Sukarno, Lee merasa lebih cocok dengan Soeharto. Dia merasa punya chemistry yang sama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lee Kuan Yew.

23 Mar 2015
3 menit membaca

Diperbarui: 2 Feb

JAUH sebelum Lee Kuan Yew memutuskan untuk melepaskan diri dari Federasi Malaysia pada 9 Agustus 1965, hubungannya dengan Indonesia sudah lebih dulu terjalin. Pada Agustus 1960, dia melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Jakarta. Dia menemui Presiden Sukarno yang menjamunya di Istana Merdeka.


Namun, dalam 20 menit perbincangannya itu, Lee Kuan Yew menemukan Sukarno berlawanan dari yang dia kagumi sebelumnya. Menurutnya, Sukarno terlalu “angkuh” dan dia kurang nyaman dengan sikap Sukarno yang menempatkan dirinya seakan seorang kakak yang selalu menasihati adiknya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page