Diperbarui: 2 Okt
KAMASUTRA karya penulis India, Vatsyayana, banyak dipahami sebagai teks yang berisi tentang seksual belaka. Lebih dari itu, karya ini memuat cara mencapai kesempurnaan kama, yakni salah satu dari empat tujuan hidup manusia (Catur Purusa) dalam Hinduisme.
Riley Winters dalam “The Kama Sutra: Setting the Record Straight” terbit di Ancient Origins menjelaskan kama dalam arti kata yang paling umum dapat merujuk pada kasih sayang, cinta, rangsangan estetika, atau keinginan. “Tidak selalu berhubungan dengan seksualitas,” jelasnya.
Kamasutra menjadi karya yang memiliki pengaruh luar biasa dalam kesusastraan umum dan kehidupan artistik India. Ia menjadi dasar bagi banyak tulisan India pada periode berikutnya mengenai cinta. Termasuk di antaranya puisi cinta sanskerta.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















