- 12 Jun 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Jun
MENGENAKAN pantalon dan kemeja lengan pendek, Mayor Pandjaitan mengulurkan tangan. Sikapnya tampak sigap penuh percaya diri. Ditatapnya sosok wanita itu lekat-lekat.
“Pandjaitan,” katanya memperkenalkan diri.
“Marieke boru Tambunan,” sambut si wanita.
Itulah kali pertama pertemuan D.I.Panjaitan dengan Marieke yang kelak menjadi istrinya. Perkenalan itu bermula pada Mei 1946, ketika Pandajaitan pulang kampung ke Tapanuli untuk menjenguk adik-adiknya yang masih kecil. Saat itu, Pandjaitan menjabat komandan Batalion I Resimen IV TKR Riau merangkap komandan pertahanan kota Pekanbaru.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















